Vickyko, Salah Satu Pemuda Dibalik Bumi Dipasena Jaya yang Penuh Kemajuan

Vickyko Romana P (Koko) Pemuda Bumi Dipasena Jaya yang membawa banyak perubahan di kampungnya

Bumi Dipasena Jaya adalah salah satu desa di Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Dimana Kampung Bumi Dipasena Jaya merupakan wilayah pemukiman dan pertambakan udang. Tata kelola Pemerintahan Kampung telah dimulai sejak tahun 1991 sampai dengan sekarang. Seiring Berjalannya waktu, Kampung Bumi Dipasena Jaya terus berkembang dan mengalami banyak perubahan.

Kampung Bumi Dipasena Jaya telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan Kepala Kampung.  Dimulai dari periode pertama oleh Yustiman Girsang (1991-1993), periode kedua oleh Riyadi (1993-1999), periode ketiga oleh FX Ediyono Suwaryo (1999-2002), periode keempat oleh Nafian Faiz (2002-2007), periode kelima oleh Ferly Ghandi (2007-2013), Pj. Kepala Kampung Hermintono (2013-2014) dan periode keenam oleh Nafian Faiz kembali (2014-2020).

Tugu Monumen Bumi Dipasena Jaya hasil inisiasi dan rancangan Vickyko Romana P

Dari setiap kepemimpinan tersebut sudah banyak capaian yang diperoleh. Terlebih saat dimulainya program Pemerintah Pusat berupa penyaluran Dana Desa pada 2015 lalu. Pembangunan makin pesat di Bumi Dipasena Jaya. Dipimpin oleh Kepala Kampung Nafian Faiz, inovasi dan akselerasi di Pemerintahan Kampung dilakukan. Salah satunya melakukan kaderisasi pemuda untuk me-regenerasi aparatur kampung sejak 2016. Pada tahun 2016, seorang pemuda asli Bumi Dipasena Jaya Vickyko Romana Putra dirangkul menjadi salah satu staf untuk menduduki jabatan kosong di Pemerintahan Kampung.

Kehadirannya di tahun pertama belum signifikan karena ia harus beradaptasi, mempelajari birokrasi dan banyak hal lain di ruang lingkup pemerintahan. Di tahun kedua ia diberi tanggung jawab yang lebih besar oleh Kepala Kampung karena satu tahun sudah cukup baginya untuk berkembang. Dan benar saja, ia langsung melakukan gebrakan melalui gerakan Pemuda yang ia pelopori. Bermula dari kesadaran akan gerakan pemuda yang kurang giat, ia mulai menggerakkan pemuda Kampung untuk turutserta membangun kampung. Maka terbentuklah Karang Taruna Prana Jaya (Karna Praja). Yang mana pada tahun-tahun sebelumnya, Karang Taruna sudah ada namun belum memiliki penamaan sebagai identitas organisasi pemuda tersebut. Selain aktif di urusan pemerintahan ia juga terjun ke lapangan dalam kegiatan kepemudaan, sosial masyarakat keagamaan dan segala macam kegiatan masyarakat.

Para anggota Karna Praja di saat menggelar JNF

2017 pemuda yang tergabung di dalam Karna Praja melakukan banyak aksi yang cukup banyak. Mulai dari menciptakan usaha Karang Taruna berkonsep Kafe di kampung bernama Jaya Night Festifal atau dijuluki JNF yang merupakan pelesetan singkatan dari nama Kepala Kampung Juragan Nafian Faiz. Menyelenggarakan festifal pada hari besar nasional, festival olah raga dan bakti sosial yang berujung pada puncak kejayaan pemuda di Bumi Dipasena Jaya pada tahun 2017. Tentunya tak sendirian ia bersama seniornya Arie Suharso dan rekan pemuda di kampungnya bersama sama berjuang mewujudkan pemuda untuk beraksi.

Tahun berikutnya Vickyko kembali  melakukan gebrakan. Kali ini ia merangsak dalam pembangunan kampung. Dalam Musyawarah Kampung ia mewakili pemuda mengusulkan pembanguan ikon kampung yang nantinya akan digunakan sebagai identitas kebanggan oleh warga kampung. Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari kepala kampung selaku pemangku kebijakan. Pada tahun 2017-2019 dibangunlah komplek taman kampung yang diinisiasi oleh Vickyko. Dimulai dari dibangunnya tugu monumen kampung berupa tilusan balok Bumi Dipasena Jaya, Tugu Udang Vannamei ukuran besar dan Anjungan Cinta. Semua bangunan itu kini jadi lokasi favorit untuk berswafoto warga dan pengunjung dari tempat lain.

Kompleks Taman Kampung, Monumen, Tugu Udang dan Anjungan cinta hasil gebrakan ide Vickyko

Tak hanya itu, Vickyko juga bergerak dalam bidang pendidikan. Ia mendirikan sebuah yayasan sosial di tempat tingalnya yakni Rumah Pinktar. Pemuda penyuka warna pink ini mendedikasikan waktu dan ilmunya untuk dibagikan secara gratis kepada anak-anak dikampungnya. Ia membuka kursus komputer bagi anak usia SD dan SMP secara gratis di rumahnya. Hal tersebut tentunya mendapat respon positif. Anak-anak berbondong-bondong datang rumah Vickyko yang keseluruhannya di cat pink untuk belajar koputer. Selain pelajaran komputer, ia juga mengajar bahasa Inggris dasar dan fotografi kepada anak-anak didiknya. Vickyko kini sangat akrab dengan anak-anak di kampungnya.

Dari sekian banyak hal yang dilakukan oleh Vickyko, ia tak mengharap imbalan apapun. Ia hanya mendapatkan tunjangan dari jabatannya sebagai aparatur kampung sesuai porsinya. Selebihnya ia lakukan sebagai abdi masyarakat dan untuk memajukan Kampung dimana ia dilahirkan dan dibesarkan. Vickyko berharap banyak lagi pemuda yang memiliki semangat dan kepedulian untuk sama-sama membangun kampung melalui kegiatan positif. Vickyko juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kampung Nafian Faiz yang telah memberikan ruang gerak yang luas kepada dirinya hingga bisa mewujudkan segala aspirasinya.

Vickyko dan anak-anak sedang belajar komputer di rumahnya

Vickyko juga aktif dalam kegiatan bersama ibu-ibu pkk. kalau masalah kegiatan dia tidak pandang bulu. Vickyko juga lah yang memplopori adanya kegiatan senam di Kampung Bumi Dipasena Jaya. Bermula hanya dengan 5 orang ibu-ibu sampai akhirnya bisa ramai sampai sekarang. Kemudian bisa menjadi juara pertama tingkat kabupaten setiap perlombaan tahunan. Ia juga bersama ibu-ibu aktif dalam grup hadroh, dimana ia adalah satu satunya anggota laki-laki yang ada.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan