Tragedi Motor Kuning

Tragedi Motor Kuning (ilustrasi)

Siang ini, Jum’at 12 Januari 2018, warga Kampung Bumi Dipasena Jaya digegerkan dengan adanya kabar motor hilang. Motor tersebut adalah motor Bapak Sumanto (Pak Manto) warga Kampung Bumi Dipasena Jaya, Blok 06 Jalur 20 Nomor 06, RT 010 RW 002 yang merupakan Kasi Pemberdayaan di Pemerintahan Kampung Bumi Dipasena Jaya. Motor Pak Manto adalah motor Honda Supra X 125 warna kuning.

Awalnya Pak Manto bertukar motor dengan Juragan (panggilan akrab Kepala Kampung Bumi Dipasena Jaya) ketika Ia hendak pergi ke Unit 2 untuk belajar mengoperasikan mesin cetak batako. Pak Manto pun meletakkan motor miliknya di dekat rumah Juragan tepatnya di parkiran Masjid Baitussalam 6/7 Foxtrot. Juragan pun tidak pernah menggunakan motor Pak Manto karena sejak bertukar motor Juragan sedang ke Jakarta.

Bapak Sumanto Kasi Pemberdayaan Kampung Bumi Dipasena Jaya | Foto : Vickyko R.P.

Sepulang dari Unit 2, Pak Manto berniat mengembalikan motor Juragan. Kebetulan Juragan sudah pulang juga dari Jakarta. Sekitar jam 15.00 Pak Manto menuju rumah Juragan untuk mengembalikan motor dan hendak mengambil motornya kembali. Tapi alangkah kagetnya Pak Manto, motor miliknya sudah tidak ada di parkiran.  Juragan pun tidak tahu kemana motor Pak Manto, setahu Juragan motor itu tadi pagi sampai jam 13.00 masih ada.

Pak Manto dan Juragan pun kebingungan. Diambillah handphone Juragan dan memberikan informasi kehilangan lewat group Whatsapp “Bumi Dipasena Jaya”. Hal ini langsung mendapat respon dari beberapa anggota group salah satunya bapak Johansyah, “Info tadi ba’da duhur Mbak Jum lihat motor itu melintas di jembatan 61”. komentar lain pun bersautan membahas topik hangat ini.

Motor milik Bapak Sumanto | Foto : Vickyko R.P.

Sekitar pukul 17.30 ada kabar dari Lili petugas jaga jembatan bahwa motor Pak Manto Lewat. Lili pun langsung menghubungi Pak Manto. Pak Manto bergegas menuju jembatan 61 setelah mendengar kabar tersebut. Di tengah jalan Pak Manto berpapasan dengan orang yang membawa motornya tersebut. Setelah dikejar dan diberhentikan, barulah terjawab tragedi hari ini.

Rupanya motor Pak Manto dibawa oleh warga 7 Foxtrot sebut saja Terong (bukan nama asli). Beliau hendak pergi ke Rawajitu dengan meminjam motor milik tetangganya. Si tetangga memberikan kunci motor dan berkata, “Motor ada di parkiran masjid, bawa aja”. Tak fikir panjang Terong menuju parkiran dan men-jajal satu per satu mana kunci yang cocok pada motor yang ada di parkiran. Karena berdasarkan keterangan , Terong tidak tahu motor tetanggaya itu yang mana.

Screenshoot obrolan di Group Whatsapp Bumi Dipasena Jaya

Masuk lah kunci tersebut di kontak motor Pak Manto, yang rupanya kontak motor Pak Manto sudah lobok. Bahkan ujung sendok pun bisa dipakai menghidupkan motor Pak Manto. Dibawa lah motor Pak Manto oleh Terong ke Rawajitu tanpa ada rasa takut dan rasa bersalah. Namun sepulang dari Rawajitu dan diberhentikan oleh si empunya motor langsung, Terong pun langsung meminta maaf. Alhasil tragedi hari ini meninggalkan komentar lucu dan bahan tawa warga yang mendengar dan bahan perbincangan di group Whatssapp.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan