Tidak Kerjakan Tugas, Gaji Ketua RT dan RW Bakal Ditahan

Ketua RT/RW mengambil gaji setelah selesaikan tugas dari Kepala Kampung | Foto : Vickyko R.P.

Ketua RT dan RW merupakan kepanjangan tangan dari instansi Pemerintahan Kampung yang merupakan kepala kewilayahan. Ketua RT dan RW berperan penting dalam berjalannya Pemerintahan Kampung. Mulai dari pendataan kependudukan, memberikan aspirasi saat musyawarah kampung, berhak mengkoordinir warganya dan melakukan pelayanan kemasyarakatan lainnya.

Ditahun anggaran 2018, gaji Ketua RT dan RW naik dibandingkan tahun lalu. RT mendapatkan 500 ribu perbulan sedangkan RW 575 ribu perbulan. Dengan meningkatnya penghasilan tetap (siltap) tersebut, diharapkan Ketua RT dan RW mampu meningkatkan pula kinerjanya.

Seperti disepakati bersama saat musyawarah kampung pada April 2018 lalu, bahwa Ketua RT dan RW wajib membuat profil wilayahnya masing-masing. Yang mana dalam profil tersebut terdapat data kependudukan untuk perbaharuan data oleh Pemerintah Kampung. Tugas tersebut merupakan syarat untuk pengambilan gaji mereka jika sudah dicairkan oleh Pemerintah Daerah melalui rekening kampung.

Suasana pengambilan insentif RT dan Tunjangan RW di Sekretariat Kampung Bumi Dipasena Jaya | Foto : Vickyko R.P.

Selain membuat profil wilayah, Ketua RT dan RW juga ditugaskan menjadi pemungut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2018 di wilayahnya masing-masing. Bekerjasama mensukseskan pengumpulan dana swadaya masyarakat, yang disebut dengan investasi 1000. Ini adalah dana yang dikumpulkan dari masyarakat untuk masyarakat dalam rangka perbaikan infrastrukur budidaya udang dan tolak ukur kemandirian masyarakat Bumi Dipasena. Hal-hal tersebut menjadi bagian tanggung jawab Ketua RT dan RW. Keberhasilan dalam menjalankannya menjadi penilaian kondisi mereka. Juga menjadi syarat lanjutan untuk pengambilan Insentif Siltap yang telah di anggarkan oleh Pemkab Tulang Bawang.

Nafian Faiz Kepala Kampung Bumi Dipasena Jaya menegaskan perihal tersebut, pentingnya kerjasama dari ketua wilayah RT dan RW. “Saya ingin Ketua RT dan RW di Kampung Bumi Dipasena Jaya ini aktif. Tunjukkan dan tingkatkan kinerja. Kalu tidak sanggup silahkan mundur jadi Ketua RT/RW. Ganti yang lain yang mau kerja. Supaya negara nggak sia-sia keluarkan duit untuk gaji RT/RW”, ungkap Juragan, sapaan akrab Nafian.

Di tahap pertama ini, siltap yang diterima adalah dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2018. Pemerintah Kampung mulai mencairkan gaji kepada penerima hak tersebut dengan ketentuan membawa hasil kerjanya masing-masing. “Ini bukan suatu hambatan pada Ketua RT dan RW untuk mendapatkan haknya, tapi mereka juga harus bertanggungjawab atas kewajiban yang perlu mereka kerjakan. Toh ini sudah disepakati bersama”, pugkas Juragan.

Ketua RT/RW yang selesaikan tugas bisa terima langsung haknya, yang belum ditahan sementara | Foto : Vickyko R.P.

Berdasarkan keterangan Yunaria Lestari selaku Bendahara Kampung Bumi Dipasena Jaya, Ketua RT dan RW antusias untuk mengerjakan tugasnya, walaupun ada beberapa keterlambatan. “Sebelumnya saya ceklis terlebih dahulu siapa saja yang telah mengumpulkan tugas, baru saya akan keluarkan hak Ketua RT dan RW”, kata Yunaria.

Harapannya akan ada sinergi dan kerjasama yang apik antara Pemerintah Kampung dan kepala kewilayahan yang ada. Supaya administrasi kampung lebih baik dan teratur, juga peningkatan kapasitas Ketua RT dan RW di Kampung Bumi Dipasena Jaya.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan