Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Nasional Rawajitu Digarap dengan Swadaya Masyarakat Dipasena

Alat berat milik petambak Dipasena perbaiki jalan Nasional Rawajitu yang rusak | Foto : Ismed I.

Jalan Nasional Rawajitu Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung berkali-kali dikabarkan rusak. Kerusakan di sejumlah titik jalan sepanjang puluhan kilo meter ini membuat warga kesusahan. Kejengkelan warga diekspresikan dengan menanam pohon pisang di jalan berlubang. Kerusakan jalan dari Simpang Penawar – Rawajitu tersebut berupa lubang dan gelombang.

Kedalaman lubang bervariasi bahkan mencapai 1 meter. Kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas warga. Tak sedikit kendaraan yang terjebak bahkan terguling saat melintasi jalan berlabel Nasional ini. Dimusim penghujan kondisi akan tambah parah, air yang mengenang di lubang jalan sering kali menjadi ranjau bagi pengendara yang melintas. Jalanan licin dan tanah yang menjadi lumpur tak terhindarkan.

Kondisi salah satu titik Jalan Nasional Rawajitu saat cuaca panas | Foto : Ismed I.

Berbeda lagi cerita saat cuaca panas, jalan ini menjadi padang berdebu. Bebatuan terjal terlihat seolah ingin mencuat ke permukaan bumi. Namun setidaknya ini sedikit memperlancar perjalanan ketimbang harus amblas di tengah jalan saat musim hujan.

Kesempatan cuaca panas dimanfaatkan oleh Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah (P3UW) Lampung untuk melakukan aksi perbaikan. Dengan menggunakan alat berat berupa Motor Grader yang dibeli petambak Dipasena secara swadaya, jalan Nasional Rawajitu mulai dari Tanggul Penangkis sampai dengan Pidada akan diperbaiki. Hal ini dilakukan sebagai upaya mandiri masyarakat Dipasena dalam memberi manfaat bagi lingkungan.

Ismed Ironi, Biro Sosial Masyarakat P3UW Lampung mengatakan bahwa aksi ini sudah yang kesekian kalinya dilakukan. P3UW peduli terhadap kondisi jalan Nasional yang kondisinya buruk. “Nungguin perbaikan yang dari sana kelamaan mas, keburu tambah hancur nih jalan. Apalagi sudah menjelang lebaran, banyak yang mau mudik, kasian kalau jalanny hancur begini”, kata Ismed, Rabu (06/06).

Perataan jalan yang bergelombang untuk mempermudah transportasi | Foto : Ismed I.

Perbaikan kali ini sudah berjalan selama 3 hari. Anggaran yang dikeluarkan dari pengerjaan perbaikan jalan ini adalah murni dari dana swadaya masyarakat Dipasena, Rawajitu Timur. Tak sepeserpun dana pemerintah yang  digunakan dalam pengerjaan ini. “Memang sempat ada proyek pengerjaan cor jalan Rawajitu, tapi hanya menghasilkan beberapa kilo meter saja, gak kerasa mas. selebihnya hancur lagi”, ungkap  Agung warga sekitar jalan lintas Rawajitu.

Walaupun kondisi jalan seperti diacuhkan oleh pemerintah, masyarakat selalu berharap kepada pemimpin yang berada di singgasananya untuk bisa mengentaskan permasalahan jalan yang sudah ada puluhan tahun terakhir. Masyarakat Rawajitu mendambakan jalan lintas Nasional Rawajitu segera diperbaiki supaya transportasi dari Simpang Penawar menuju ke lumbung padi nasional dan sentra penghasil udang terbesar di Tulag Bawang ini lancar.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan