Sterilisasi Saluran Air, Ini yang Didapat Warga RW 01

Warga bergotong royong melakukan sterilisasi kanal inlet untuk menjaga kondisi inlet tetap baik | Foto : Johansyah

Bumi Dipasena Jaya merupakan salah satu Kampung di kawasan pertambakan udang yang ada di wilayah Kecamatan Rawjitu Timur. Di kawasan pertambakan ini terdapat drainase buatan, dibangun oleh perusahaan pada waktu pembuakaan lahan rawa menjadi lokasi tambak udang. Drainase atau pengatusan adalah pembuangan massa air secara alami atau buatan dari permukaan atau bawah permukaan dari suatu tempat. Pembuangan ini dapat dilakukan dengan mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air.

Di Kampung Bumi Dipasena Jaya, drainase buatan ini disebut dengan kanal. Ada 2 sebutan kanal yang ada berdasarkan fungsinya yakni Kanal Inlet dan Kanal Outlet. Kanal Inlet merupakan saluran air masuk yang bersumber dari air laut yang masuk melalui pintu dam. Kanal Inlet ini berfungsi sebagai aliran sumber air yang akan digunakan intuk mengisi air tambak untuk berbudidaya udang. Sedangkan Kanal Outlet adalah saluran air pembuangan, dimana air yang telah digunakan untuk berbudidaya udang dibuang ke saluran Kanal Outlet.

Wawan salah satu warga RW 01 yang ikut bergotong royong melakukan sterilisasi kanal | Foto : Johansyah

Kanal Inlet sangat vital keberadaannya bagi kelangsungan budidaya udang yang dilakukan petambak di Bumi Dipasena Jaya. Oleh sebab itu kondisi Kanal Inlet harus sangat terjaga dan steril. Dalam menjaga kondisi tersebut, warga Kampung Bumi Dipasena Jaya di RW 01 (6 Alpha) tepatnya jalur 8 dan 9 modul 4 bergotong royong melakukan sterilisasi Kanal Inlet. Proses sterilisasi kanal inlet ini dilakukang dengan menguras air yang ada.

“Air kami kuras, karena dirasa kualitas air yang sudah menurun juga membersihkan sampah yang ada di inlet. Hal ini kami lakukan untuk mensiasati kondisi budidaya saat ini yang rawan terkena penyakit dan akhirnya gagal panen. Tujuannya supaya budidaya kedepannya bisa lebih baik lagi,” ungkap Wawan salah satu warga jalur 8, Senin (05/03).

Ikan Kakap hasil tangkapan dari kanal inlet | Foto : Johansyah

Tak dipungkiri, ekosistem dalam air kanal inlet begitu melimpah. Karena bibit ikan sengaja ditabur untuk menjaga kualitas air untuk budidaya. Bahkan ekosistem alami pun banyak berkembang di kanal inlet tersebut. Dan ketika air kanal dikuras oleh warga, ratusan kilo ikan pun dipanen oleh warga. Sterilisasi saluran air ini malah menjadi momen panen ikan untuk warga di modul 4 RW 01. Terkumpul kurang lebih 200 kilogram ikan dari kanal inlet ini, diantaranya ikan Nila, Bandeng dan Kakap.

Yang membuat menariknya, beberapa ikan kakap yang ditangkap berukuran sangat besar, bahkan bisa sampai sebesar anak usia 4 tahunan. Ikan kakap ini ditafsir sudah hidup dalam inlet ini bertahun tahun. Hasil tangkapan ini akan dijual dan uangnya digunakan untuk operasional modul, membeli obat-obatan agar inlet kedepannya lebih aman dari penyakit, termasuk untuk membeli bibit ikan tertentu untuk di tebarkan lagi di inlet ini, beberpa ikan juga dibawa pulang untuk dikonsumsi.

Dengan dikurasnya air kanal dan diisi dengan air yang baru, harapan warga RW 01 ini adalah supaya kondisi air kembali membaik, dan dampak membaiknya kondisi air ini juga bisa membawa dampak yang baik pula untuk kelangsungan budidaya udang yang dilakukan petambak Bumi Dipasena Jaya.

VRP

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan