Soal Dana Swadaya Bumi Dipasena Jaya, Disepakati Masyarakat Dengan Nama DASIBU

Sosialisasi Dana Swadaya Seribu Kampung Bumi Dipasena Jaya | Foto : Vickyko R.P.

Bumi Dipasena Jaya – Potensi dan semangat gotong royong masyarakat Bumi Dipasena Jaya yang selama ini sudah berjalan dengan baik, harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri. Karenanya Pemerintah Kampung Bumi Dipasena Jaya mencoba mewadahi hal ini dengan kekuatan hukum yang mengikat yakni Peraturan Kampung (Perkam). Sehingga kedepannya bisa membantu pembangunan Infrastruktur budidaya udang khususnya dan Infrastruktur umum lainnya.

Selasa (15/10/2019) siang di Pendopo Kampung Bumi Dipasena Jaya dilaksanakan sosialisasi Dasibu (Dana Swadaya Seribu). Dasibu merupakan dana yang dikumpulkan dari hasil panen petambak Bumi Dipsena Jaya, dimana setiap petambak wajib menginvestasikan Rp.1000,- untuk setiap kg udang yang dipanen. Kegiatan dihadiri Kepala Kampung, BPK, Pengurus Infra P3UW Lampung, Tokoh dan msyarakat Bumi Dipasena Jaya.  Dasibu sendiri bertujuan untuk membantu menanggulangi kerusaknlan infrastruktur dan sarana budidaya udang di wilayah Bumi Dipasena Jaya. Hal ini dituangkan dalam Peraturan Kampung Bumi Dipasena Jaya No 06 tentang Dana Swadaya Seribu Bumi Dipasena Jaya.

Sosialisasi Dana Swadaya Seribu Kampung Bumi Dipasena Jaya | Foto : Vickyko R.P. Kepala Kampung Bumi Dipasena Jaya berikan materi pada sosialisasi Dasibu di Pendopo Kampung | Foto : Vickyko R.P.

Dasibu awalnya sudah dilakukan sejak 2015 lalu dengan nama investasi 1000. Hasil dari investasi 1000 tersebut, warga petambak Bumi Dipasena Bisa melakukan perbaikan sarana budidaya dan membeli alat berat. Dewasa ini, sistem pengelolaan Dasibu terus diperbarui. Mulai dari penarikan ke wilayah dan penyetorannya dilakukan oleh orang-orang yang dipercaya mampu menjalankan tugas dengan baik. Administrasinya pun dilakukan oleh tenaga muda supaya lebih cekatan.

Kedepan, hasil dari Dasibu ini akan dikelola oleh masyarakat untuk digunakan sebagai sarana pembangunan dan atau perbaikan sarana budidaya udang, fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya. Dengan demikian kemandirian di Kampung Bumi Dipasena Jaya dapat terwujud. Pembangunan tidak hanya mengandalkan Dana Kampung (DK) yang bersumber dari APBN saja. Bagi masyarakat Bumi Dipasena Jaya itu hanya sebagai stimulan untuk menambah semnagat warga bergotong royong membangun negeridari pinggiran kampung.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan