SHM, Kado Untuk Kemerdekaan Berekonomi Bagi Petambak Dipasena

Petambak Dipasena terima Sertifikat Hak Milik yang selama ini disimpan di Bank oleh eks Perusahaan | Foto : Serman

Para petambak Dipasena yang tergabung dalam Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah (P3UW) Lampung mendapat sertifikat tanah hak milik (SHM). Sertifkat tersebut selama ini berada ditangan pihak perbankan sebagai jaminan terkait dengan kerjasama kemitraan inti-plasma yang dulu pernah mereka jalani. Mulai dari era PT. DCD sampai yang terkhir PT Central Proteina Prima (CPP) Tbk. Upaya petambak udang terluas di Asia Tenggara tersebut berlangsung sejak tahun 1980-an.

Penyerahan secara simbolis dengan jumlah 400 SHM kepada petambak Dipasena berlangsung di Sekretariat P3UW, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Rabu (18/4). Penyerahan sertifikat tersebut sebagai wujud agenda lanjutan dari perdamaian petambak Dipasena dengan PT. CPP pada Oktober 2017 lalu. Kuasa Direksi PT. CPP, Arman Zakaria Diah mengatakan, penyerahan sertifikat yang merupakan bagian dari kesepakatan kedua belah pihak merupakan solusi terbaik.

Kuasa Direksi PT. CPP, Arman Zakaria Diah menyampaikan sambutan | Foto : Serman

Mekanisme penyerahan sertifikat dengan total jumlah 6500 sertifikat di bumi Dipasena, dibuat dalam beberapa tahapan sambil menyelesaikan proses perubahan nama dan hal administratif lainnya. Penyerahan sertifikat dihadiri pihak PT CP Prima, Bank BNI, notaris, pengurus P3UW , muspika Kecamatan Rawajitu Timur dan tokoh masyarakat.

Ketua P3UW Nafian Faiz menyampaikan bahwa penyerahan sertifikat ini adalah momentum kemerdekaan berekonomi bagi petambak Dipasena. “Sertifikat yang kita terima ini tidak ada artinya apabila petambak tidak dapat berproduksi dengan baik dan berkelanjutan, sistem usaha yang digunakan haruslah bernilai sosial dan mensejahterakan petambak” ungkapnya.

Nafian pun menambahkan bahwa saat ini tantangan terbesar produksi udang di Dipasena justru datang dari luar diantaranya infrastruktur jalan yang buruk, listrik negara yang belum masuk dan minimnya upaya penanganan permasalahan penyakit yang melanda usaha budidaya udang hampir di seluruh Indonesia.

Senyum haru Romawi Hansun menerima SHM miliknya | Foto : Serman

Romawi Hansun, salah satu petambak yang menerima sertifikat pada tahap pertama mengaku terharu, karena perjuangan petambak selama ini telah membuahkan hasil. “Saya terharu, karena sejak tahun 1989 baru hari ini saya memegang sertifikat asli atas lahan tambak dan rumah tinggal yang selama ini saya tempati untuk usaha,” ujar Hansun.

 

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Petambak Dipasena Amankan Sertifkitat Menggunakan Layanan Safe Deposit Box – Kampung Bumi Dipasena Jaya
  2. Petambak Dipasena Amankan Sertifikat Menggunakan Layanan Safe Deposit Box – Kampung Bumi Dipasena Jaya

Tinggalkan Balasan