Masyarakat Bumi Dipasena Jaya Merevitalisasi Infrastruktur Budidaya Secara Swadaya

swadaya bumi dipasena jaya

Alat berat yang disewa warga Bumi Dipasena Jaya untuk perbaikan infrastruktur tambak | Foto : Vickyko R.P.

Bumi Dipasena Jaya – Infrastruktur budidaya di Bumi Dipasena terbilang udah cukup tua. Terhitung sudah dalam dekade terakhir tak ada aktifitas pengerukan area saluran air untuk mencegah pedangkalan. Hal tersebut membuat area saluran air buatan yang disebut kanal tersebut terjadi penumpukan tanah lumpur. Yang menjadi salah satu dampak yang kurang baik dari kondisi lingkungan tambak udang. Selain itu transportasi air yang melintas di kanal pun bisa terhambat.

Oleh sebab tersebut masyarakat Bumi Dipasena Jaya merevitalisasi wilayah pertambakan secara swadaya. Dengan menyewa alat excavator berat milik Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah (P3UW) Lampung, petambak melakukan pendalaman kanal. Pengerjaan ini dilakukan di tiap RT di Bumi Dipasena Jaya. Biaya yang ditanggung dibebankan pada kas RT masing-masing yang wilayahnya dilakukan pendalaman kanal.

bumi dipasena jaya

Wilayah pertambakan Bumi Dipasena dari atas langit | Foto : Vickyko R.P.

Senin (17/06/2019) pagi alat berat tiba di RT 18 RW 010. Dibantu warga sekitar, alat berat yang hendak masuk wilayah RT harus mengangkat jembatan penghubung jalur untuk dapat masuk ke lokasi pendalaman kanal. Di wilayah RT 18, setiap rumah diberi jatah 4 Hm (Hour meter) untuk pendalaman kanal. 1 Hm bisa diperkirakan sekitar 45 menit masa kerja alat berat. 4 Hm jatah itulah yang biayanya dibebankan kas RT. Jika lebih atau ada permintaan pribadi warga, maka biaya lebihnya dibebankan kepada pribadi yang bersangkutan.

Ketua RT 18, Amiruddin mengatakan hal ini sudah dinanti-nanti. “Sudah hampir kurang lebih 10 tahun kanal kami tidak dikeruk. Jadinya dangkal dan susah untuk lewat spedboat jika sudah surut sedikit saja. Dengan adanya dana swadaya melalui kas RT ini setidaknya kita bisa wujudkan kemandirian dalam pembangunan wilayah,” ungkapnya. Selain dana swadaya masyarakat, Pemkam Bumi Dipasena Jaya juga anggarkan dana 120 juta pada tahun ini untuk pendalaman kanal utama blok 7 sebagai stimulan masyarakat untuk berswadaya.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan