Rapat Koordinasi Pemberdayaan Keamanan Pintu DAM Bumi Dipasena Jaya

Suasana rapat koordinasi keamanan dan perawatan pintu dam | Foto : Vickyko R.P.

Usai direhab, Pintu Daerah Air Masuk (DAM) yang ada di Bumi Dipasena Jaya sudah mulai berfungsi dengan baik. Proses rehab yang telah selesai Selasa, 27 Maret 2018 mendapat banyak tanggapan dari unsur masyarakat. Terlebih mengenai perawatan dan kamanan pintu dam. Fungsi dari pintu dam ini harus tetap dijaga. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kampung bersama dengan Pengurus Infra Bumi Dipasena Jaya adakan rapat koordinasi keamanan dan perawatan pintu dam.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Pemerintah Kampung, Pengurus Infra, Ketua RW dan Koordinator Subblok. Rapat ini dipimpin oleh Koordinator Infra Bumi Dipasena Jaya Wahyu E.S. Bertempat di Sekretariat Kampung Bumi Dipasena Jaya rapat dibuka oleh Vickyko R.P. selaku pembawa acara. Dilanjutkan Sambutan Kepala Kampung yang disampaikan Sekretaris Kampung dan Acara Inti. Dengan pembahasan seputar perawatan dan keamanan pintu dam.

Peserta rapat membahas hal-hal penting dalam perawatan dan keamanan pintu dam | Foto : Vickyko R.P.

Masalah yang dialami dari segi keamanan pada waktu lalu sebelum pintu dam direhab adalah pengerusakan pintu dam oleh oknum yang tak bertangung jawab. Mulai dari pengambilan material pintu, mengganjal saluran air untuk mencari ikan dan beberapa hal lain yang merugikan. Kemudian dari segi perawatan, pintu dam memang mengalami kerusakan karena faktor usia dan pengeroposan material.

Hal ini menjadi perhatian khusus masyarakat Bumi Dipasena Jaya, dan ditanggapi langsung oleh Pemkam dan Pengurus Infra. “Pintu dam adalah tulang punggung budidaya udang yang kita jalani di Bumi Dipasena, oleh karena itu perawatan pintu dam menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat,” ujar Hermintono Sekretaris Kampung Bumi Dipasena Jaya.

Diwaktu yang sama Wahyu E.S, Koordinator Infra Bumi Dipasena Jaya mengungkapkan bahwa perawatan dan keamanan adalah sangat penting. “Bagi saya perawatan pintu dam yang kita miliki adalah harga mati. Kalau sampai kita tidak bersama merawatnya, mau jadi seperti apa nantinya”, ungkap Wahyu.

Wahyu E.S. memberikan pemaparan saat pimpin rapat koordinasi keamanan | Foto : Vickyko R.P.

Beberapa kesepakatan pun didapatidari hasil musyawarah ini, antara lain :

  1. Perawatan dam adalah kewajiban setiap lapisan masyarakat;
  2. Keamanan dam akan diserahkan pihak Satgas dan atau Linmas selaku pemberdaya keamanan;
  3. Tugas pengamanan Satgas dan atau Linmas tersebut diatas akan dibantu oleh masyarakat sekitar;
  4. Menunjuk 4 orang sebagai koordinator keamanan dan dari unsur masyarakat sekitar dan
  5. Pemberian alat operasional kepada pemberdaya keamanan berupa radio komunikasi dan pos keamanan.

Harapan dari setiap masyarakat adalah pintu dam dapat terus berfungsi baik. “Sebagai kepala kewilayahan, Ketua RW dan Koordinator Subblok bersinergi an terus melakukan koordinasi dalam menjaga kondisi pintu dam. Kemudaian dari pada itu, Pemerintah Kampung bersama Pengurus Infra pun akan memfasilitasi segala kebutuhan yang diperlukan,” tutup Hermintono.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan