Rakor Rutin Pemkam | Bahas Pembangunan Jembatan Jaya Mandiri

Rakor Rutin Pemkam bahas Jembatan Jaya Mandiri | Foto : Vickyko R.P.

Bumi Dipasena Jaya – Pemerintah Kampung Bumi Dipasena Jaya rutin adakan rapat koordinasi rutin dengan parapimpinan wilayah, yakni RT dan RW. Banyak hal yang dibahas pada setiap sesi rakor tersebut. Sebelumnya dibahas mengenai keamanan saluran air untuk budidaya udang dan berkelanjutan pada pembahasan kondisi Jembatan Jaya Mandiri hari ini, Selasa (04/12/2018) pagi.

Jembatan Jaya Mandiri adalah jembatan penyeberangan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat Bumi Dipasena Jaya yang bernilai 600 juta. Jembatan tersebut adalah sarana transportasi penghubung wilayah pemukiman ke wilayah daratan 61. Jembatan ini dibangun pada tahun 2014 dan sekarang kondisinya sudah mulai ada beberapa kerusakan. Kerusakan tersebut berupa patahan di tiang penyangga. Beberapa waktu lal telah dilakukan rehab pada tiang tersebut dan sudah dapat ditanggulangi.

Tiang penyangga jembatan yang patah karena kondisi alam dan beberapa benturan | Foto : Adiana S.

kecemasan warga yang sangat besar, dan dari hal tersebut Pemerintah Kampung Bumi Dipasena Jaya kumpulkan para pemegang saham jembatan yakni RW yang ada di Bumi Dipasena Jaya untuk bahas rehab jembatan. Rencana pengerjaan rehab jembatan akan ditangani langsung oleh kontraktor asal Mesuji, Wage Irawan. Ia sampaikan RAB pengerjaan rehab jembatan tersebut sebanyak 297 juta. Rehab berupa pembuatan 6 rumpun tiang penyangga.

Sumber dana yang dipakai berasal dari dana penghasilan jembatan yang diperoleh. Rehab jembatan ini direncanakan akan rampung dalam 1 bulan. Nafian Faiz, Kepala Kampung Bumi Dipasena Jaya sampaikan bahwa dalam pelaksanaan rehab jembatan ini, warga yang melintas timbul rasa kesadaran  untuk tertib membayar. Karena laporan dari petugas jembatan dan keamanan masih banyak pelintas yang slonong boy. Ia juga akan buatkan himbauan berupa banner untuk mengugah kesadaran para slonong boy tersebut.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan