Rakor Rutin Bumkam | Komisaris : Usulkan Pengembangan Usaha di Bidang Alat Berat

Rakor Bumkan dipimpin langsung oleh komisaris Bumkam | Foto : Vickyko R.P.

Pemerintah Kampung Bumi Dipasena Jaya adakan rapat koordinasi rutin dan halalbihalal Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) Bumi Dipasena Jaya. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Kampung Bumi Dipasena Jaya dengan dihadiri jajaran pengurus Bumkam dari setiap unit usaha dan aparatur pemerintahan kampung, Selasa (03/07).

Dalam kegiatan ini dibahas mengenai perkembangan usaha, permasalahan yang ada juga strategi pengembangan usaha dalam rangka mewujudkan kemerdekaan berekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan di Bumi Dipasena. Juga sebagai sarana diskusi antar pengurus dalam menghadapi rintangan usaha dengan dibalut agenda halalbihalal di suasana bulan Syawal 1439 H.

Suasana rakor rutin Bumkam Bumi Dipasena Jaya | Foto : Vickyko R.P.

Bumkam Bumi Dipasena Jaya bergerak dibidang budidaya udang. Dimana Badan Usaha ini dimodali oleh uang petambak sendiri dengan sebutan penanam saham dan juga ada penguatan modal dari APBKampung setiap tahunnya. Pola yang digunakan dalam Bumkam Bumi Dipasena Jaya adalah sistem bagi hasil dengan berdasarkan ekonomi konstitusi/kerakyatan. Jadi dalam setiap bulannya, petambak penanam modal akan mendapat bagi hasil dari setiap anggota yang panen. Selain itu Bumkam Bumi Dipasena Jaya juga menyisihkan pendapatannya untuk infaq/bantuan sosial dan cadangan rugi usaha untuk penanggulangan kerugian.

Selain bidang budidaya udang, Kepala Kampung Bumi Dipasena Jaya, Nafian Faiz selaku Komisaris Bumkam usulkan pengembangan usaha di bidang alat berat. Mengunakan dana Bumkam yang ada dengan dibantu penambahan modal dari masyarakat lokal, baik pribadi maupun kelompok kita buat pengadaan alat berat berupa excavator. “Kita kumpulkan uang dari warga kita sendiri untuk beli excavator, yang akan kita sewakan nantinya. Hasil usahanya kita bagikan pada pemodal seperti pola yang diterapkan pada budidaya udang kita”, jelas Juragan, sapaan akrab Nafian Faiz.

Bukan hal yang mustahil untuk mewujudkan pengembangan usaha dibidang alat berat | Foto : Vickyko R.P.

Hal ini diamini pula oleh Arie Suharso, Direktur Bumkam Bumi Dipasena Jaya. Ia mengatakan bahwa hasil usaha dari sewa excavator ini lumayan besar. Dimana kebutuhan dari penggunaan exca di wilayah Bumi Dipasena cukup tinggi. Grafik pendapatannya juga dirasa akan stabil. Tidak seperti budidaya udang yang naik turun berdasarkan harga pasar ataupun musim. “Kita akan buat simulasi bagi hasilnya supaya masyarakat tertarik untuk ikut serta menanam modalnya. Kalaupun dari pemodal lokal belum mencukupi harga beli exca, kita coba cari penanam modal dari luar kampung kita”, ujarnya.

Pengembangan usaha dibidang alat berat ini dibutuhkan dana sekitar 1,7 Miliyar untuk pembelian excavator. Kemudian dibutuhkan pula ponton yang harganya kisaran 300 sampai 500 juta. Hal ini optimis dapat diwujudkan oleh Komisaris Bumkam. “Dari 11 Unit usaha budidaya (UB) yang ada saja bisa kita simulasikan jika per unit usaha menanam saham 100 juta, maka sudah dapat 1,1 Miliyar, kekurangannya bisa dari dana pribadi masyarakat Bumi Dipasena Jaya atau mentok penanam modal dari luar. Selama sistem yang kita gunakan adalah sistem bagi hasil seperti budidaya udang kita, insyaallah hasilnya akan baik,” pungkas Nafian.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan