Raih Pundi-Pundi Rupiah, Istri Petambak RW 06 Jalani Bisnis Kuliner Kreatif

Usaha kuliner banyak dilakoni isteri petambak Dipasena | Foto : google.com

Usaha kuliner bukan hal yang baru dilakoni beberapa warga di Kampung Bumi Dipasena Jaya. Dari monografi Kampung Bumi Dipasesna Jaya sendiri, pengusaha kuliner tercatat sebanyak 12 orang. Dimana para pengusaha kuliner tersebut menjajakan berbagai  jenis makanan seperti nasi sayur, pecel, mi ayam, bakso, soto, pempek dan lainnya. Dan seiring berjalannya waktu, aneka kuliner dewasa ini makin banyak variannya.

Atik Sofiawati, isteri dari Jahri petambak di RW 06 Kampung Bumi Dipasena Jaya pun ikut berkecimpung dalam usaha kuliner. Bedanya usaha kuliner yang dilakoninya tak banyak dilakukan orang lain. Terbukti dari menu makanan yang mungkin masih asing ditelinga kebanyakan masyarakat awam dan pelayanan dilivery order (pesanan diantar) yang dilakukan setiap harinya. Teh Atik, sapaan pelaku usaha ini menyediakan aneka jajanan seperti salad buah segar, takoyaki, banana melted, sate kerang, lupis, ayam penyet dan beberapa menu lainnya.

Takoyaki, salah satu menu yang dijual Teh ATik laris diburu pelanggan | Foto : Vickyko R.P.

Teh Atik mengatakan awal usahanya dimulai dari membeli makanan yang sekarang dijualnya saat ia berada di Bandar Lampung. “Penasaran gimana buatnya, terus browsing di internet dan coba-coba buat. Udah bisa buatnya, saya coba untuk jual dan lumayan peminatnya disini”, ungkapnya. Harga yang dibandrol pun sangat terjangkau, mulai dari 10 ribu hingga 25 ribu saja per porsi. Jahri sang suami pun menjadi kurir sejati dari usaha istri disela usahanya berbudidaya udang.

Setiap harinya, Jahri biasa mengantarkan pesanan para pelanggan sampai ke rumahnya di wilayah Bumi Dipasena Jaya dan sekitarnya. “Antar pesanan bisa sampai Bumi Dipasena Agung, Mulya, Tatakota dan mentok sampai Rawajitu,” tambah Teh Atik. Omset yang didapat dari usaha kreatif Teh Atik berkisar dari 300 ribu sampai 1 juta rupiah perharinya. Ia juga terus kembangkan dan memperbanyak menu jualannya tersebut.

Sate Kerang, bahan baku didapat di saluran air depan rumah (kanal outlet) | Foto : Vickyko R.P.

Yuyun, warga RW 05 yang merupakan salah satu pelanggan Teh Atik mengatakan bahwa ia sering pesan makanan disana. “Jenis makanannya jarang dijual sama pedagang lain yang ada disini, pesennya juga enak, tingga kirim pesan via WA dan gak lama diantar sampai rumah”, kata Yuyun. Hal ini menjadi terobosan bisnis baru layaknya diperkotaan. Dimana dengan uang 10 ribu kita bisa pesan makanan dan diantar sampai rumah. Selain itu juga menjadi motivasi bagi para istri petambak untuk bisa memulai peluang usaha dengan melihat perkembangan jaman sekaran ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan