Peringati Hari Kebangkitan, Petambak Bumi Dipasena Semakin Mantap Menuju Kemandirian

Peringatan Maret 2000 diisi dengan bakti sosial | Banner : Vickyko R.P.

18 tahun sudah peristiwa bersejarah yang menjadi momentum puncak dari konflik kemitraan inti plasma di Bumi pertambakan Dipasena telah terlewati. Seperti tahun-tahun sebelumnya masyarakat di Bumi Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang berkumpul untuk memperingati dan mengenang peristiwa berdarah yang terjadi saat itu.

Siang tadi ratusan keluarga petambak berkumpul memenuhi pelataran sekretariat P3UW Lampung mengikuti acara peringatan tragedi Maret tersebut secara khidmad. Acara yang di isi dengan bakti sosial berupa kegiatan donor darah, memberikan santunan pada anak yatim dan do’a bersama ini berjalan dengan lancar hingga akhir acara.

Suasana peringatan tragedi Maret 2000 di sekretariat P3UW Lampung | Foto : Vickyko R.P.

Yang menarik pada peringatan hari kebangkitan petambak di Bumi Dipasena kali ini adalah kehadiran pihak ex-Perusahaan Inti PT. CPP gr0up yang turut serta mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Pihak PT. CPP group pun ikut serta dalam kegiatan donor darah dan santunan anak yatim yang di adakan.

Tampak hadir dalam acara tersebut Camat Rawajitu Timur, Danramil Rawajitu, dan stake holder lainnya seperti PT. Matahari Sakti, supplier-supplier dan para tokoh masyarakat.

Ketua perhimpunan petambak P3UW Lampung, Nafian Faiz dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini iklim usaha di Bumi Dipasena sangat baik. Kerjasama bisnis antara petambak dengan perusahaan-perusahaan produsen sarana kebutuhan budidaya berjalan dengan sangat kompetitif.

Nafian Faiz menyampaikan sambutan pada peringatan Maret 2000 | Foto : Vickyko R.P.

“Dengan pola usaha bagi hasil berbasis cluster social yang sedang di bangun di Bumi Dipasena, usaha budidaya Udang yang ada saat ini lebih menguntungkan bagi semua pihak” ujar Nafian. Nafian pun menambahkan bahwa progres kemandirian yang saat ini tengah dibangun oleh rakyat bersama dengan pengusaha, dan koorporasi yang ada belum begitu maksimal karna berjalan tanpa kehadiran pemerintah.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan