Melestarikan Kuda Lumping dalam HUT Tulang Bawang

Seni kuda lumping memeriahkan HUT Tulang Bawang di Kecamatan Rawajitu Timur | Foto : Vickyko R.P.

Kesenian tradisional kuda lumping, yang sering disebut jaran kepang atau jathilan oleh khalayak, membuat magnet tersendi­ri bagi mereka yang melihat langsung. Kesenian yang me­legenda ini juga banyak digemari oleh masyarakat Rawajitu Timur, Tulang Bawang. Dan pada kesempatan ini Camat Rawajitu Timur, Amad, M.Pd. berinisiatif menggelar pentas seni Kuda Lumping. Hal ini sebagai salah satu bentuk memeriahkan hari jadi kabupaten Tulang Bawang ke-21 di Kecamatan Rawajitu Timur.

Sanggar seni Turonggo Tirto Budoyo menjadi pendukung terselenggaranya pentas seni kuda lumping hari ini, Minggu (25/03). Dimana sanggar seni dari Kampung Bumi Dipasena Agung ini terus melestarikan kuda lumping sebagai kesenian yang memi­liki nilai budaya yang tinggi sehingga semakin diminati masyarakat.

Di tengah gempuran budaya asing dan teknologi yang semakin canggih, kuda lumping masih memberikan tontonan yang menghibur, ditambah dengan kombinasi modern. Hal ini terbukti dari antusias masyarakat Rawajitu Timur yang menonton langsung di pelataran Kantor Kecamatan Rawajitu Timur.

Camat Rawajitu Timur, Kapolsek, Kepala Kampung dan masyarakat Rawajitu Timur | Foto : Vickyko R.P.

Turut hadir pada pentas seni kuda lumping hari ini Camat Rawajitu Timur, Kapolsek Rawajitu, Kepala Kampung dan ratusan masyarakat sekitar. “Kegiatan ini kami selenggarakan untuk menjadi sebuah hiburan masyarakat. Juga sebagai bentuk peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tulang Bawang ke-21 tahundi wilayah kita”, ujar Camat Rawajitu Timur.

Ditempat yang sama Agus Priyono Kapolsek Rawajitu menyampaikan bahwa kegiatan ini harus tetap dalam keadaan kondusif. Karena kita harus bersama menjaga keamanan ketika mengadakan keramaian.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan