Lihat Potensi Perkembang Bumkam, TPID Rawajitu Timur Kunjungi Kampung Bumi Dipasena Jaya

Tim Penggerak Inovasi Desa Kecamatan Rawajitu Timur kunjungi Kampung Bumi Dipasena Jaya | Foto : Vickyko R.P.

Bumi Dipasena Jaya – Tim Penggerak Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Rawajitu Timur kunjungi Kampung Bumi Dipasena Jaya untuk mendata potensi kampung yang sudah berjalan. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua TPID Rawajitu Timur, Rubingan dengan didampingi oleh beberapa pengurus TPID Rawajitu Timur. Tim kemudian melakukan dialog bersama Pemerintah Kampung Bumi Dipasena Jaya di Sekretariat Kampung.

Rubingan mengatakan bahwa tujuan kedatangannya bersama tim ke Kampung Bumi Dipasena Jaya adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai potensi desa yang ada dan berjalan saat ini. “Nantinya kami selaku Tim Penggerak Inovasi Desa akan menjadi promotor bagi kampung yang memiliki potensi dari segi inovasi. Mulai dari inovasi produk rumahan maupun inovasi peningkatan ekonomi masyarakat”, kata Rubingan, Kamis (08/09/2018) siang. Rubingan juga menambahkan bahwa segala inovasi desa yang ada di Rawajitu Timur nantinya akan dipamerkan di Bursa Inovasi Desa dan diperkenalkan ke khalayak untuk dapat mengembangkan potensinya.

TPID Kecamatan Rawajitu Timur dengan Pemkam Bumi Dipasena Jaya | Foto : Vickyko R.P.

Hal ini ditanggapi langsung oleh Sekretaris Kampung Bumi Dipasena Jaya, Hermintono, S.Pd. Ia mengapresiasi apa yang dilakukan tim untuk mengidentifikasi inovasi yang ada di kampungnya. Ia juga menyampaikan bahwa inovasi yang ada di kampungnya yang berjalan saat ini adalah Usaha Bersama (UB). Dimana UB adalah unit usaha dari Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) di bidang budidaya udang denga menerapkan sistem ekonomi bagi hasil.

“UB adalah salah satu inovasi di bidang peningkatan ekonomi yang ada di kampung kami. Dimana Bumkam lah yang menjadi badan pengembangan inovasinya. Manfaat dari berjalannya UB di kampung kami dapat dirasakan seluruh masyarakat yang ada. Bahkan beberapa kali sistem usaha yang digunakan di UB mendapat perhatian nasional sampai diteliti oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan UBL (Universitas Bandar Lampung). Saya rasa ini merupakan potensi yang bisa di usulkan sebagai inovasi desa,” ungkap Hermintono.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan