Kepala Kampung : Pemkam Fasilitasi Warga Sakit yang di Rujuk, Ambulance Gratis

Nafian Faiz tegas soal anggaran, tak mau ada pemborosan harus efisien dan tepat sasaran | Foto : Vickyko R.P.

Bumi Dipasena Jaya – Pemerintah Kampung terus berupaya dalam melakukan tugas dalam pengembangan di Kampung Bumi Dipasena Jaya. Mulai dari bidang pemerintahan, bidang pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Dimana setiap bidang kegiatan di kampung disokong oleh dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKam). Sehingga semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan adanya anggaran tersebut.

Pada tahun 2018 di awal masa jabatan Bupati Tulang Bawang, Winarti, mengintruksikan setiap kampung di wilayah Kabupaten Tulang Bawang untuk menganggarkan ambulance. Dimana anggarannya senilai Rp. 250 juta bersumber dari Alokasi Dana Kampung (ADK). Namun hal tersebut tidak dianggarkan oleh Pemkam Bumi Dipasena Jaya tahun 2018. Anggaran Rp. 250 jutanya dialihkan untuk pembangunan infrastruktur. Karena pengadaan ambulance belum menjadi prioritas untuk Kampung Bumi Dipasena Jaya. Walaupun kebutuhan ambulance juga tak dipungkii sangatlah penting.

Jenazah salah satu warga Bumi Dipasena Jaya yang mendapat layanan sosial ambulance | Foto : WA Group

Dibalik itu semua, ada kebijakan tersendiri yang menjadi pegangan Pemkam Bumi Dipasena Jaya untuk tak anggarkan pengadaan ambulance. Seperti sering disampaikan oleh Nafian Faiz, Kepala Kampung Bumi Dipasena Jaya pada setiap forum resmi bahkan sambutan acara hajatan warga. Supaya tidak ada pemikiran menyimpang di masyarakat, mengapa di kampungnya tak anggarkan pengadaan ambulance. “Sengaja kita belum angarkan pengadaan ambulance, tapi kita akan jamin kalau ada warga yang sakit dan harus di rujuk ke luar lokasi, ambulance kita sediakan dan gratis,” jelas Nafian Faiz.

Pemkam menuangkan anggaran di bidang pembangunan kampung, sub bidang kesehatan masyarakat untuk sewa ambulance. “Cukup kita angarkan dana sewa ambulan. Kalau ada yang butuh kita sediakan, beres. Warga gak perlu keluarkan uang buat bayar ambulance. Kita juga gak perlu perawatan mobil, bayar gaji sopir dan tetekbengek yang malah bikin boros,” tegas Nafian saat forum bersama Ketua RW dan BPK. Hal tersebut dilakukan supaya pengelolaan kegiatan melalui anggaran kampung dapat merata di semua bidang. “Jika infrastruktur dasar dikampung sudah tercover semua, boleh nanti kita adakan ambulace”, tutupnya.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan