Jejali Permukaan Kanal, Enceng Gondok Diangkat ke Darat

Alat berat angkat enceng gondok yang menutupi permukaan kanal | Foto : Edison

Berita mengenai meluapnya jumlah enceng gondok di perairan Bumi Dipasena belum lama menjadi perbincangan. Seperti ditulis oleh tim bumidipasenajaya.desa.id pada Kamis (03/05) lalu, dimana enceng gondok yang hanyut terbawa arus menghantam salah satu jembatan penyeberangan di Kampung Bumi Dipasena Agung.

Baca juga : Waduh, Jembatan Penghubung Ambruk dan Hanyut Terbawa Enceng Gondok

Populasi enceng gondok yang berlebihan ini cukup menjadi permasalahan bagi warga Bumi Dipasena. Selain telah berdampak pada kerusakan infrastruktur, enceng gondok juga menghambat sarana transportasi air, yakni Kanal. Enceng gondok kerap menyangkut di kipas klotok dan juga speedboat yang melintas di kanal.  Enceng gondok juga menutupi permukaan air di beberapa titik karena tersangkut oleh kayu dan jembatan. Bahkan masuk ke alat tangkap ikan yang dipasang nelayan.

Enceng gondok tidak mampu dibersihkan secara manual | Foto : Edison

Warga Bumi Dipasena Agung berniat untuk melakukan pembersihan permukaan kanal yang dipenuhi tumbuhan air tersebut. Namun apalah daya, jumlah yang begitu banyak dan ketebalan yang berkisar 1 meter lebih, tenaga manual manusia tak mampu mengentaskannya.

Namun sekitar pukul 13.00 WIB, alat berat milik PT. CPP melintas di kanal Blok 5. Alat berat berupa exacavator ini berniat melintas menuju bagunan coldstorage di tepi laut Bumi Dipasena Agung untuk melakukan pembongkaran. Namun saat melintasi jembatan RW  10 tepatnya di Blok 5 Jalur 35, alat berat ini juga terhalang enceng gondok, Senin (07/05).

Alhasil, excavator yang melintas diminta warga untuk membantu menyingkirkaan enceng gondok tersebut. Enceng gondok yang berjubel dijembatan wilayah Kampung Bumi Dipasena Agung mulai diangkat ke darat. Alat berat ini bahkan mengalami kendala. Karena tipenya yang Short Arm (lengan pendek), alat tersebut sampai menungging ketika mengangkat sejumlah tumbuhan yang menumpuk.

Alat berat diminta warga untuk singkirkan tumbuhan liar | Foto : Edison

Edison warga Kampung Bumi Dipasena Agung mengatakan tumbuhan yang menutupi permukaan air itu cukup banyak. “Gak cuman enceng gondok aja tuh, ada kangkung, putri malu dan tumbuhan liar lainnya. Tenaga manual gak mampu atasi ini semua. Kalau dipaksakan juga mungkin rampungnya lama”, ungkap Edison saat dimintai keterangan.

Setidaknya sampai sore tadi, alat berat ini telah mengurangi jumlah tumbuhan liar yang menutupi permukaan kanal. Harapannya tidak ada lagi kiriman tumbuhan liar yang terbawa arus pasang surut, sehingga tidak berdampak pada kegiatan yang di perairan Bumi Dipasena

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan