Jangan Sembarangan Bilang Indonesia Hancur 2030 !!!

Jangan Sembarangan Bilang Indonesia Hancur 2030 !!!| Ilustrasi : Vickyko R.P.

Buat kami rakyat Indonesia yang ada di Bumi Dipasena, Lampung, kabar tentang prediksi hancurnya Indonesia pada tahun 2030 sama sekali tak ada artinya. Secuilpun tak menyurutkan semangat dan upaya kami untuk untuk terus menggapai mimpi kesejahteraan di negeri ini. Cita – cita pemimpin bangsa saat ini Bapak Presiden Joko Widodo pun tak henti-hentinya kami terus perjuangkan.

Negeri ini boleh saja orang bilang banyak hutangnya, tak mandiri karena hampir semua geliat pembangunannya melibatkan Penanaman Modal Asing (PMA), tak bermartabat karena pekerjanya justru di gilas oleh derasnya Tenaga Kerja Asing (TKA).

Jangan khawatir duhai pemimpin rakyat. Semangat juang dihati rakyatmu masih ada. Engkau jelas tau kan? kami di Bumi Dipasena menolak keras dan haramkan hutang berbunga dan usaha berbasis RIBA. Persis seperti janji – janji yang kau sampaikan empat tahun yang lalu.

Sampai kapanpun kami Indonesia | Foto : Google.com

Jangan gentar duhai Presidenku. Kerja keras kami terus membara untuk wujudkan kata “kemandirian rakyat” yang selalu kau ucap. Kau lihat kan?, 1.300 kilo meter kanal irigasi kami revitalisasi, puluhan pintu air kami perbaiki, ribuan hektar hutan mangrove kami reboisasi, milyaran rupiah kami keluarkan dana untuk membeli alat-alat berat untuk excavasi. Semuanya kami lakukan dengan gotong royong dan swadaya. Tak ada sepeserpun dana dari PMA. Mungkin karena begitu semangatnya kemandirian kami, bahkan dari negara pun juga ikutan tak ada.

Jangan risau duhai bapak bangsa. Kami junjung tinggi martabat bangsa ini dalam memproduksi udang untuk dimakan oleh bangsa di negeri-negeri lain. Kami terus belajar dan mencari jalan agar menjadi nomor 1 seperti yang kau impikan. Kami kelola produksi dengan tenaga dan fikiran kami. Mulai dari operasional, teknis, infrastruktur, logistik, manajemen, hingga paska produksi semua kami fikir dan kerjakan sendiri tanpa satupun keterlibatan pihak asing. Bahkan instansi negeri yang adapun seolah acuh dan enggan ambil pusing.

Menuju Dipasena menjadi No 1 di Dunia jika infrastruktur diperbaiki | Foto : Dok. DCD

Kami rakyat di Bumi Dipasena justru punya keyakinan bahwa nanti di tahun 2030 produksi udang dan tingkat kesejahteraan petambak di Bumi Dipasena dan Indonesia pada umumnya akan menjadi nomor 1 di dunia.

Bahkan bisa lebih cepat dari tahun itu jika saja jalan poros Rawajitu yang berlabel “Jalan Nasional” itu segera diperbaiki utuh bukan hanya sekedar menjadi janji-janji kampanye atau bahan untuk membual. Juga listrik milik negara yang ada bisa segera kami beli dan nikmati walau mungkin esok kami pun ikut mencaci maki karna harganya yang melambung tinggi.

Hingga seratus abad lagi sekalipun, Indonesia akan tetap ada. Karena kami dan jutaan rakyat lainnya di negeri ini masih terus berjuang untuk kelangsungan hidupnya sendiri.

Arie Suharso

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan