DPMK Tulang Bawang Adakan Evaluasi RAPBKam Wilayah Rawajitu Timur dan Selatan

Suasana Evaluasi RAPBKam wilayah Kecamatan Rawajitu Timur dan Selatan | Foto : Vickyko R.P.

Rawajitu Selatan (18/01/18) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Tulang Bawang mengadakan rapat evaluasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKam) tahun 2018. Bertempat di aula rapat Kantor Kecamatan Rawajitu Selatan dengan peserta Seluruh Kepala kampung, Sekretaris dan Operator Kampung se Kecamatan Rawajitu Selatan dan Rawajitu Timur, juga dihadiri oleh Camat dan Kepala Puskes 2 Kecamatan tersebut.

APBKam merupakan rumusan keuangan kampung harus disusun dengan sebaik-baiknya, dalam penyusunannya harus berdasarkan hasil musyawarah kampung, Kemudian pengelolaannya harus transfaran dan  diawasi bersama

Berdasarkan (Peraturan Menteri Keuangan) PMK nomor 225 /PMK.07/2017 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah, Pendapatan transfer Dana Kampung disalurkan melalui 3 tahap pencairan, yakni tahap pertama 20%, tahap kedua 40% dan tahap ketiga 40% yang merupakan pencanangan padat karya dari DK 2018.

M. Sya’bani dari DPMK Tulang Bawang memberikan penjelasan mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung | Foto : Vickyko R.P.

M. Sya’bani pemateri dari DPMK menyampaikan, “APBKam harus disusun dengan baik dan sesuai peraturan yang ada,apabila disusun dengan baik pasti pengelolaan dan realisasi nya juga akan baik. Begitupun saat tahap pelaporan, dipastikan akan berjalan baik pula”. Sya’bani juga menyampaikan agar penempatan anggaran harus sesuai dengan bidang dan parameter yang telah ditentukan dalam kode rekening APBKam,karena untuk tahun ini ABKam sudah akan menggunakan aplikasi Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Siskuedes).

Prinsipnya sederhana saja, musyawarahkan apa yang akan dilakukan dan apa yang dibelanjakan, lakukan sesuai dengan tahapan dan aturan, catat dan laporkan secara terbuka dan libatkan secara luas masyarakat kampung karena output nya seluruh kegiatan dan anggaran adalah untuk kesejahteraan masyarakat kampung, jangan fiktif dan  jangan markup.

Forum diskusi APBKam oleh Pemerinah Kampung dan DPMK Tulang Bawang | Foto : Vickyko R.P.

Sehubungan dengan berubahnya Rencana pengadaan kendaraan mobil ambulan untuk masing-masing kampung, yang merupakan program unggulan Bupati dan direncanakan dibiayai dari ADK (APBD) yang akhirnya berubah harus dibiayai oleh DK (APBN). Nafian Faiz Kepala Kampung Bumi Dipasena Jaya pun menyampaikan keberatannya.”Menurut saya ini belum menjadi skala prioritas di Kampung kami, tapi kalau sifatnya program Bupati dan dananya dari ADK tentu kami tak keberatan. Justru yang menjadi prioritas di wilayah Rawajitu Timur adalah pengadaan, peningkatan kapasitas dan layanan Puskesmas menjadi Puskes rawat inap. Kalau toh harus diadakan mobil ambulan tak harus setiap kampung satu mobil. Saran saya agar Rawajitu Timur cukup 2 mobil ambulan saja tetapi mobilnya yang memeliki kemampuan jelajah yang mempuni, mengingat jalan lintas Rawajitu yang exterim dan jarah tempuh yang jauh ke pusat layanan Rumah Sakit Daerah,  kalau sekelas mobil standar yang dianggarkan pemerintah kurang efektif”, ungkapnya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan