Dihadiri KH. Miftahul Akhyar, Warga Rawajitu Banjiri Pengajian Akbar

KH. Miftahul Akhyar Ra'is Aam NU dari Surabaya mengisi pengajian akbar di Rawajitu Timur | Foto : Vickyko R.P.

Ribuan umat Islam dari Kecamatan Rawajitu Timur dan Selatan membanjiri lokasi eks Departemen Pakan Udang Bestari, Rawajitu Timur, Tulang Bawang, Minggu (18/03) . Mereka menghadiri pengajian akbar yang digelar oleh MWC NU dan PACM NU dengan didukung oleh P3UW Lampung.

Pengajian akbar yang mendatangkan Rais Aam KH. Miftahul Akhyar dari Surabaya, Jawa Timur tersebut dihadiri Camat rawajitu Timur, Kepala Kampung se-Rawajitu Timur, Pimpinan P3UW Lampung, Kapolsek, Anggota Dewan, para pengurus NU, Pemuda Anshor dan ribuan umat islam.

Jamaah pengajian sesaki gedung eks Departemen Pakan Udang Bestari | Foto : Vickyko R.P.

Kegiatan ini antusias diikuti jamaah yang menjejali gedung eks bestari tersebut. Pengawalan oleh Banser pun terlihat sangat sigap di setiap titik keramaian untuk membantu. Mulai dari pintu masuk, parkir, tempat duduk dan pengawalan Kiyai. Kedatangan KH. Miftahul Akhyar di lokasi kegiatan disambut dengan lantunan sholawat oleh santriwan-santriwati Taman Pendidikan Al-quran Rawajitu Timur.

Acara dimulai dengan beberapa sambuan tokoh masyarakat, pemberian piagam kepada santri, melantunkan sholawat dan masuk tausiah agama pada acara inti. Dalam tausiyahnya, KH. Miftahul Akhyar mengajak umat Islam untuk beristigosah. Menurutnya, wilayah Rawajitu ini dikelilingi barokah yang melimpah dari Allah. Namun barokah tersebut bisa saja pergi jika kita tidak bisa menahan barokah tersebut.

KH. Miftahul Akhyar memberikan tausiah agama pada pengajian akbar di Rawajitu Timur | Foto : Vickyko R.P.

“Istighosah dan memintalah terus kepada Allah SWT agar barokah di Rawajitu ini tetap tertahan untuk para penduduknya. Dan semoga seluruh umat yang bertaqwa pada Allah akan dilancarkan rizkinya.” katanya KH. Miftahul Akhyar.

Pengasuh Pengasuh Ponpes Miftahul Jannah, Kedung Tarukan tersebut menambahkan, di antara faktor keberhasilan hidup didunia ini adalah menerapkan toleransi, menghargai kebhinekaan dan mengormati perbedaan suku, ras dan agama. “Jangan memvonis seseorang itu Kafir, Neraka, Murtad hanya karena beda aliran beda pemahaman. Karenanya tidak tepat jika saat ini ada yang memperbesar-besarkan perbedaan warna kulit, suku, ras dan agama, seperti tema pada hari ini adalah Berjaya dalam Keberagaman.” ujarnya.

Pengurus MWC NU Rawajitu Timur bersalaman dg KH. Miftahul Akhyar usai dilantik | Foto : Vickyko R.P.

Ditempat yang sama dilaksanakan juga pengukuhan dan pelantikan pengurus MWC NU Rawajitu Timur dengan dipandu oleh Ketua PCNU Tulang Bawang, KH Dimyati Rifai. Usai dilantik, para pengurus MWC NU bersalaman dengan KH. Miftahul Akhyar.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan