Dibuka Resmi, Aparat Kampung Kabupaten Tulang Bawang Siap Ikuti Pelatihan Siskeudes dan Sipades

Pembukaan rangkaian kegiatan bimtek siskeudes dan sipades | Foto : Vickyko R.P.

Bandar Lampung – Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia Kabupaten Tulang Bawang menggelar pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) penerapan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dan Sistem Pengelolaan Aset Desa (Sipades). Berlangsung selama tiga hari, pelatihan ini diikuti aparat kampung di Kabupaten Tulang Bawang. Dimana setiap kampung mengutus 4 orang untuk ikuti bimtek tersebut.

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Tulang Bawang yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Sosial Akhmad Suharyo di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, pada Selasa (30/04/2019). Dan berakhir pada Jum’at (03/04/2019).

Menurut Akhmad Suharyo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang akan terus mendorong peningkatan kapasitas kepala kampung dan perangkat kampung lainnya, khususnya dalam pembinaan pengelolaan keuangan di kampung.  Apalagi ini merupakan amanah dari undang-undang nomor 6 tahun 2015 dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel dan partisipatif.

Akhmad Suharyo membuka kegiatan bimtek siskeudes dan sipades | Foto : Vickyko R.P.

“Pelatihan siskeudes dan sipades dilakukan bertujuan agar para pengelola keuangan juga pengelola aset desa bersama dinas terkait dapat bekerja dan bersinergi berdasarkan ketentuan yang berlaku,” kata Akhmad Suharyo melalui sambutannya pada acara pembukaan bimtek, Selasa(30/04/2019).

“Pelatihan ini juga sebagai salah satu upaya kita untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi sumber daya manusia yang ada di pemerintah kampung dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan kampung yang baik di setiap kampung yang ada di Kabupaten Tulang Bawang” sambungnya.

Diketahui, pelatihan ini berlangsung dengan pembagian dua kelas. Kelas khusus bimtek siskeudes dan kelas khusus bimtek sipades. Kepala Kampung Bumi Dipasena Jaya Nafian Faiz berharap kegiatan ini untuk menambah pengetahuan dan kemampuan aparat pengelola keuangan dalam rangka mewujudkan pelaksanaan good and clean governance, khususnya di pemerintah kampung. “Tentu sasarannya adalah agar setiap kampung bisa menerapkan aplikasi yang nanti diberikan,” singkatnya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan