Dana Desa Belum Cair, Pembangunan di Bumi Dipasena Jaya Terus Berjalan

Pembangunan kampung terus berjalan tanpa DD | Foto : Vickyko R.P.

Tahun Anggaran 2018 sudah berjalan 4 bulan lebih. Namun sampai awal Mei 2018 Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) termasuk didalamnya Siltap belum juga cair. Hal ini dirasakan oleh seluruh Kampung di wilayah Kecamatan Rawajitu Timur.

Pengajuan pencairan sendiri sudah dikerjakan  dan sudah diajukan oleh tim penyusun dengan melampirkan beberapa persyaratan seperti fotocopy APBKAM, RKPKAM, dan SPJ DD tahap sebelumnya, Kini menunggu proses verifikasi berkas dan proses transfer bantuan keuangan dari rekening daerah ke rekening kampung.

Dalam APBKAM Bumi Dipasena Jaya tahun 2018, terdapat anggaran pembangunan kampung sebesar Rp.590.000.000,- dengan 12 kegiatan pembangunan yang berbeda. Di tahap pertama pada pencairan DD 20%, Pemkam Bumi Dipasena Jaya mengajukan pencairan untuk kegiatan pembangunan Rp.100.000.000,- untuk pembangunan drainase atau saluran air (kanal). Yang dalam hal ini bentuk kegiatannya adalah pendalaman kanal di 2 RW prioritas, yakni RW 01 dan RW 07.

Proses pelebaran jalan kampung sudah dalam tahap penimbunan tanah | Foto : Vickyko R.P.

Enggan menungu lama, Pemerintah Kampung Bumi Dipasena Jaya tak ambil pusing dengan belum cairnya DD tersebut. Pengerjaan pembangunan rehab drainase dan pelebaran jalan, juga pembuatan embung harus menggunakan alat berat berupa excavator. 

“Ini barangnya susah, kebetulan ada alat berat P3UW yang sedang kerja, kami sewa, kalau kami harus mendatangkan alat dari luar Dipasena, DD tidak akan cukup. Atau kalau harus menyesuaikan antara DD cair maka akan sulit dapat jadwal alat berat P3UW. Yang pasti dananya akan membengkak 3x lipat”, kata Nafian Faiz Kepala Kampung Bumi Dipasena jaya.

“Kami harus cari dana talangan dulu, biar pengerjaan dan pembangunan terus berjalan. Beliau juga menyayangkan lambatnya pencairan DD tahap l harusnya Fabruari sudah bisa cair. Kami was-was dan takut dananya tak cair, pengalaman tahun lalu  ADD dalam progran GSMK Kabupaten Tulang Bawang tak cair seutuhnya. Tapi ini resiko harus diambil. Kami tak ingin pembangunan yang sudah di musyawarahkan tak berjalan,” pungkasnya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan