Cegah Bahaya DBD, PKM Rawajitu Timur Beri Penyuluhan Kepada Warga Bumi Dipasena Jaya

PENYULUHAN BUMI DIPASENA JAYA

Penyuluhan Kesehatan kepada warga Bumi Dipasena Jaya oleh tim PKM Rawajitu Timur | Foto : Vickyo R.P.

Bumi Dipasena Jaya – Kegiatan rutin ibu-ibu warga Bumi Dipasena Jaya setiap hari Selasa dan Jum’at adalah senam bersama. Peserta senam biasa lakukan senam di Pendopo Kampung Bumi Dipasena Jaya dengan didampingi petugas kesehatan Puskesmas Pembantu (Pustu) Rawajitu Timur. Selain untuk menjaga kebugaran jasmani, agenda senam ini juga sering dijadikan sasaran para penyuluhan kesehatan untuk berikan pengetahuan seputar kesehatan.

Kali ini tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Rawajitu Timur turut serta dalam kegiatan senam bersama ibu-ibu warga Kampung Bumi Dipasena Jaya. Usai melakukan senam bersama, tim kemudian berikan penyuluhan mengenai Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pemantauan jentik nyamuk. Hal ini dilakukan karena dalam minggu terakhir terdapat beberapa warga yang terserang Demam Berdarah.

PENYULUHAN BUMI DIPASENA JAYA

Wasik Hikmawan menyampaikan materi tentang bahaya demam berdarah | Foto : Vickyko R.P.

Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan dari nyamuk Aedes Aegypt. Untuk mencegahnya warga diminta untuk membiasakan hidup bersih dan menerapkan 3M. “Untuk menghindari bahaya dan mencegah penyakit deman berdarah kita harus biasakan melakukan 3 M. Menguras, menutup dan mengubur. Menguras bak bandi minimal 1 minggu sekali. Menutup penampungan air dan mengubur sampah bekas yang dapat digenangi air tempat jentik nyamuk berkembang biak”, jelas Wasik Hikmawan, Selasa (23/07/2019) pagi di Pendopo Kampung.

Usai melakukan penyuluhan di Pendopo Kampung bersama peserta senam, tim terjun ke rumah warga untuk melakukan sampling. Sampling yang dilakukan adalah identifikasi jentik nyamuk yang ada di sekitar lingkungan warga Bumi Dipasena Jaya. Sampling ini dilakukan di 10 rumah wilayah RW 09. Bersama kader kesehatan lokal, tim bergerak ke rumah warga dan hasil sampling dibawa ke puskesmas untuk dilakukan penindakan lanjutan.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan