Cegah Abrasi Berkelanjutan, Petambak Dipasena Tanam 15.000 Pohon Mangrove

Penanaman 15.000 bibit mangrove oleh petambak Bumi Dipasena

Sedikitnya 15.000 bibit Mangrove ditanam di pesisir Lampung bagian timur, tepatnya di Bumi Dipasena Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang, Rabu, (28/03). Diantaranya wilayah Kampung Bumi Sentosa, Bumi Dipasena Utama dan Bumi Dipasena Agung. Hal ini dilakukan tidak bukan karena abrasi yang cukup tinggi di wilayah pesisir Lampung bagian timur ini.

Semenjak lepas dari perusahaan, perawatan wilayah di Bumi Dipasena ini menjadi tanggung jawab masyarakat. Mereka bergotong royong untuk bisa melestarikan alam yang ada disekitarnya. Pun itu belum juga mendapat respon dari pemerintahan pusat. Namun semangat para petambak dalam kegiatan ini harus diacungi jempol.

Proses penanaman bibit mangrove di lokasi rawan abrasi oleh petambak Bumi Dipasena | Foto : Vickyko R.P.

Kegiatan penanaman Mangrove dilakukan puluhan petambak Bumi Dipasena difasilitasi oleh Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah Lampung (P3UW), Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) dan CV. Avi Makmur. Hal tersebut sebagai upaya mencegah abrasi yang mengancam pesisir Lampung.

Menurut salah satu pengurus P3UW Lampung, Sihotang, penanaman mangrove dilakukan untuk merekondisi pesisir Lampung, yang mulai digerus abrasi. tepatnya di 3 kampung yang kondisinya cukup parah dan menjadi prioritas kami dalam reboisasi ini.

Ikut serta unsur perempuan dalam penanaman bibit mangrove | Foto : Ezra Dwi.

Kegiatan ini merupakan kegiatan regular lanjutan yang sudah pernah dilakukan oleh Petambak Bumi Dipasena sebelumnya. “Kami sudah melakukan pelestarian lingkungan di sekitar wilayah pesisir dan pantai Bumi Dipasena beberapa tahun lalu,” katanya Rabu, (28/03).

Hari ini kita akan bersama menanam 15.000 batang bibit mangrove yang ditanam di pesisir Lampung, Bumi Dipasena tepatnya. Sumardi Koordinator Infra Bumi Sentosa mengatakan,“Ini bentuk komitmen kami untuk turut berperan menyelamatkan pesisir Lampung yang kian terancam abrasi. Hal ini juga sangat berdampak pada budidaya udang yang dilakoni oleh petambak yang ada”. Turut serta dalam kegiatan ini adalah Petambak Bumi Dipasena yang juga anggota P3UW Lampung, unsur perempuan, rekan-rekan dari KIARA, dan pemuda.

15.000 bibit mangrove ini ditanam di 3 titik abrasi terparah di Bumi Dipasena dalam waktu 3 hari. Dimulai dari 28-30 Maret 2018 dengan penanaman perdana 4.500 batang di Kampung Bumi Sentosa. Dilanjutkan dengan penanaman 7.000 batang bibit mangrove di Kampung Bumi Dipasena Utama dan Kampung Bumi Dipasena Agung 3.500 batang.

Pemuda pun ikut serta dalam kegiatan penanaman bibit mangrove | Foto : Vickyko R.P.

Harapannya, bibit yang ditanam ini bisa tumbuh besar dan menjadi pencegah abrasi. Jika tidak sedini mungki direboisasi bisa saja abrasi makin parah dan bisa menggerus tambak yang ada di pesisirnya. “Bukan kita yang akan menikmati hasil yang kita lakikan hari ini, tapi anak cucu kita. Setidaknya kita sudah berbuat intuk negeri ini walau kita harus berswadaya tanpa ada sentuhan bantuan pemerintah”, tambah Sihotang.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan