625 Siswa TK Ikuti Manasik Haji Cilik di Rawajitu Timur

Dengan semangat manasik haji cilik, kita bangun generasi yamg cerdas dan berakhlakuk karimah | Foto : Vickyko R.P.

Rawajitu Timur – Labbaik Allahumma Labbaiklabbaika la syarika laka labbaik inna al hamda wa an ni’mata laka wa al mulk la syarika laka senandung kalimat talbiyah menggema menyelimuti suasna pagi hari dalam kegiatan Manasik Haji Cilik. Untuk kesekian kalinya, halaman Masjid Al-Muhajirin Tatakota dijadikan lokasi pelaksanaan manasik haji cilik oleh ratusan murid Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA), Minggu, 18 Februari 2017.

Manasik haji adalah pelatihan tentang pelaksanaan ibadah haji secara menyeluruh yang wajib diikuti oleh jamaah calon haji sebelum berangkat ke Tanah Suci Mekkah. Dan pada kegiatan manasik haji cilik ini, kegiatan manasik haji didesain sedemikian rupa dengan pesertanya adalah siswa TK/RA. Pengenalan ibadah haji kepada ratusan siswa TK/RA tahun 2018 ini diprakarsai oleh Tenaga Pendidik TK/RA dari tiga Kecamatan yakni Kecamatan Rawajitu Timur, Rawajitu Selatan dan Rawajitu Utara.

Peserta manasik haji cilik sedang mengalilingi miniatur Ka’bah | Foto : Vickyko R.P.

Pengenalan ritual ibadah haji pada murid TK dimulai sejak pukul 08.43 WIB. Di permulaan nampak para pendamping membariskan peserta lengkap berpakaian ihram. Anak-anak terlihat gembira dan bersemangat saat melaksanakan sejumlah rangkaian ibadah haji yang disimulasikan. Tak sedikit pula peserta yang menangis saat pelaksanaan rangkaian kegiatan.

Sementara itu Ketua Panitia Manasik haji Cilik, Ervin Suharlina dari TK Citra Insani Rawajitu Selatan menjelaskan, pengenalan ibadah haji kali ini merupakan kegiatan pembelajaran kontekstual untuk anak didik TK dan merupakan kegiatan rutin tahunan yang diharapkan menjadi dasar pembelajaran Islam. “Kegiatan ini menjadi pondasi bagi anak dalam menetapkan perilaku yang baik sesuai dengan tuntunan agama,” jelasnya. “Dan kegiatan kali ini diikuti 625 anak dari 19 Sekolah di tiga Kecamatan yakni Rawajitu Timur, Selatan dan Utara,” tambahnya.

Ibu Ervin Suharlina selaku Ketua Panitia manasik haji cilik 2018 | Foto : Vickyko R.P.

Pada kesempatan yang sama, Bunda Narni dari RA Bahrul Ulum At-taqwa Bumi Dipasena Jaya berterima kasih kepada segenap panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini untuk memberikan pendidikan tentang haji. Melalui pendidikan usia dini ini tentunya dapat membentuk sikap, karakter, prilaku anak soleh yang penuh kasih sayang, menghormati orang tua dan guru. “Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada pembimbing dan panitia atas sumbangsih tenaga, pikiran dan waktu untuk anak didiknya,” kata Bunda Narni.

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang ke lima dan patut untuk diperkenalkan pada anak-anak. Meskipun usia anak masih belia, namun penanaman kecintaan terhadap ibadah haji akan turut membangun karakternya. Seorang anak yang dari kecil sudah diperkenalkan seperti apakah ka’bah, bagaimana caranya beribadah haji, keutamaan apa saja yang terkandung dalam ibadah haji, tentu akan termotivasi untuk bisa melaksanakannya kelak ketika dewasa.

Peserta manasik haji cilik sedamh melakukan lempar jumroh di Jumrah Aqabah, Jumrah Wusta dan Jumrah Ula | Foto : Vickyko R.P.

Ada banyak manfaat yang bisa dipetik ketika memperkenalkan ibadah haji pada anak. Yaitu anak lebih mengenal tentang rukun Islam. Anak mengetahui kisah-kisah nabi dan Rasul yang sangat bagus bagi pendidikan karakter anak. Memotivasi anak untuk bisa menunaikan ibadah haji. Mendorong anak-anak untuk selalu berdoa supaya berkesempatan pergi ke tanah suci.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan