Tugu Udang di Bumi Dipasena Jaya Akan Jadi Ikon Baru di Tulang Bawang

TUGU UDANG BUMI DIPASENA JAYA

Tugu Udang Bumi Dipasena Jaya akan jadi ikon baru di Kabupaten Tulang Bawang | Foto : Vickyko R.P.

Bumi Dipasena Jaya – Pemerintah Kampung Bumi Dipasena Jaya kembali melaksanakan kegiatan pembangunan pada tahun anggaran 2019. Sudah dibangun berupa Tugu Udang yang nantinya akan menjadi ikon Kampung Bumi Dipasena Jaya sebagai penghasil komoditas udang. Selain jadi ikon kampung, Tugu Udang ini ditaregetkan akan jadi ikon baru di kabupaten Tulang Bawang. Karena salah satu penghasilan terbesar di wilayah Kabupaten Tulang Bawang adalah perikanan tepatnya di Dipasena.

Dimulai sejak Agustus 2019, proyek ini mulai dikerjakan. Berlokasi di pusat kampung berdampingan dengan Monumen dan Anjungan Cinta. Sampai berita ini terbit, pembangunan Tugu Udang sudah mencapai 80%. Pembangunan ini merupakan salah satu realisasi pembangunan yang menggunakan Dana Desa (DD) dalam pembiayaannya. Dikerjakan oleh tenaga lokal yang ahli dibidangnya. Pekerjaan ini pun banyak mendapan apresiasi dari warga. Karena Tugu Udang ini nantinya bisa jadi kebanggan bagi warga Bumi Dipasena Jaya khususnya.

Tugu Udang Bumi Dipasena Jaya

Bentuk fisik pada tahap 80% pengerjaan Tugu Udang Bumi Dipasena Jaya | Foto : Vickyko R.P.

Nafian Faiz, Kepala Kampung Bumi Dipasena Jaya juga menyampaikan dukungan terhadap proyek pembangunan Tugu Udang ini. “Pembangunan Tugu Udang ini adalah usulan dari anak muda di Kampung Bumi Dipasena Jaya. Saya berharap ini nanti bisa jadi objek kunjungan banyak orang. Dan Pemerintah kampung Bumi Dipasena Jaya akan memaksimalkan juga pembangunan fasilitas dasar lain tentunya”, jelas Juragan, sapaan akrab Kakamp.

Selain itu, Vickyko R.P. penggagas dan ketua tim pelaksana kegiatan pembangunan Tugu Udang ini terus berupaya memaksimalkan waktu supaya proyek ini rampung pada waktu yag ditargetkan. “Kami akan semaksimal mungkin untuk membuat komplek monumen kampung ini jadi lebih keren. Kami targetkan pemasukan kampung juga akan meningkat karena para pengunjung yang datang harus membayar penyeberangan di jembatan saat ingin masuk ke Kampung Bumi Dipasena Jaya. Jika sudah jadi, pasti tempat ini banyak diburu wisatawan untuk sekedar berbuu foto ataupun berkunjung”, pungkasnya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan